Lewati ke konten
Peqaboo
Buka Peqaboo
Jelajahi Peqaboo

Buka Peqaboo
Pilih bahasa Anda

Bahasa IndonesiaIndonesia

Ureteral Obstruction

Ureterolithiasis

Juga dikenal sebagai: Ureterolithiasis, Ureteral calculi, Hydroureter

Ditinjau dokter hewanCatDogUrgensi: EmergencySeberapa umum: Uncommon

Singkatnya

Ureteral obstruction is a critical, life-threatening blockage of the tubes connecting the kidneys to the bladder, most commonly caused by calcium oxalate stones in cats, requiring immediate veterinary intervention.

Anatomical diagram of a cat's urinary system showing a ureteral blockage.
A ureteral obstruction occurs when a stone blocks the narrow tube connecting the kidney to the bladder.

TL;DR. Sumbatan kritis ureter (ginjal ke kandung kemih), sering batu kalsium oksalat pada kucing; intervensi dokter hewan segera.

Batu menyumbat ureter sempit.

Apa itu?

Saluran kemih atas: ginjal dan ureter sangat tipis. Obstruksi menghentikan aliran, melebarkan ginjal (hidronefrosis) dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut, gangguan elektrolit, dan syok. Uni atau bilateral; bilateral atau ginjal tunggal mengancam nyawa.

Penyebab dan faktor risiko

Hampir selalu ureterolitiasis: batu ginjal bermigrasi. Pada kucing hampir selalu kalsium oksalat. Lebih jarang: striktur, bekuan, tumor, iatrogenik. Risiko: dehidrasi, urin pekat, ras, usia.

Tanda yang perlu diwaspadai

  • Umum nonspesifik: bersembunyi, anoreksia, letargi, muntah, turun berat
  • Nyeri: postur bungkuk, abdomen sensitif
  • Hematuria (kadang; absen tidak menyingkirkan)
  • Poliuria/polidipsia jika fungsi sisa

A domestic shorthair cat in a hunched posture hiding in a dark closet.
Kucing menyembunyikan nyeri; tanda halus penting.

Diagnosis

Palpasi: sering ginjal besar dan kecil. Darah: azotemia, hiperkalemia, asidosis. Citra: rontgen, ultrasonografi, kontras/CT bila perlu.

An abdominal ultrasound screen showing a dilated feline kidney.
USG menunjukkan dilatasi dan stasis.

Pengobatan

Stabilkan (cairan, elektrolit). Medis jika stabil: analgesi, cairan; evaluasi ketat. Bedah/intervensi: ureterotomi, stent atau SUB jika gagal, bilateral, atau azotemia kritis. CaOx tidak larut dengan diet.

Prognosis

Hati-hati hingga sedang. Kelangsungan 12 bulan medis ~66% kucing; ~32% tidak merespons. Pantau ginjal dan kekambuhan.

Pencegahan

CaOx tidak larut: hidrasi (basah, air mancur), encerkan urin, diet sesuai analisis, kontrol ras berisiko.

Kapan menghubungi dokter hewan

Darurat: muntah, apati ekstrem, urin absen/sedikit, nyeri abdomen, kolaps. Darurat segera.

Untuk ras tertentu

Himalayan, Persian: risiko CaOx tinggi; diskusikan skrining dan pencegahan.

Sumber

  • Current Techniques in Small Animal Surgery, 5th Edition, p. 469.
  • Textbook of Veterinary Internal Medicine, 5th Edition, pp. 724-725.

My highlights & notes

Tanda & gejala

Ras berisiko lebih tinggi

Cara didiagnosis

  • combination of survey radiography and ultrasonographyStandar emas
  • Abdominal Ultrasonography
  • Computed tomography
  • antegrade pyelography
  • serial measurements of serum creatinine and blood urea nitrogen
  • survey abdominal radiography

Pendekatan pengobatan

Pengobatan harus diresepkan dokter hewan berlisensi. Dosis spesifik sengaja tidak ditampilkan.

Pertanyaan umum

What is Ureteral Obstruction?

Ureteral obstruction is a critical, life-threatening blockage of the tubes connecting the kidneys to the bladder, most commonly caused by calcium oxalate stones in cats, requiring immediate veterinary intervention.

What are the symptoms of Ureteral Obstruction?

Loss of appetite、Blood in urine、Lethargy、Vomiting (throwing up)、Weight loss (getting thinner)、Lumbar pain、Polydipsia、Excessive urination

How is Ureteral Obstruction diagnosed?

combination of survey radiography and ultrasonography、Abdominal Ultrasonography、Computed tomography、antegrade pyelography、serial measurements of serum creatinine and blood urea nitrogen、survey abdominal radiography

How is Ureteral Obstruction treated?

Pengobatan harus diresepkan dokter hewan berlisensi. Dosis spesifik sengaja tidak ditampilkan.

Sumber

  1. Current Techniques in Small Animal Surgery, 5th Edition (VetBooks.ir) · p. 469
  2. Internal Medicine 5th · p. 725
  3. Internal Medicine 5th · p. 724
  4. Internal Medicine 5th · p. 724
  5. Internal Medicine 5th · p. 724

Artikel ini edukasi umum, bukan pengganti saran dokter hewan. Jika hewan sakit, konsultasikan dokter hewan.

Khawatir soal hewan peliharaan?

AI Peqaboo membantu melacak gejala, memahami hasil lab, dan tahu kapan ke dokter hewan.

Unduh app Peqaboo