Avian Influenza
Influenza A virus
Juga dikenal sebagai: Bird Flu, Highly Pathogenic Avian Influenza, Low Pathogenic Avian Influenza, HPAI, LPAI, Fowl Plague
Singkatnya
Avian influenza is a highly contagious, often fatal viral infection affecting a bird's respiratory, digestive, and nervous systems. Learn the signs, diagnostic protocols, and critical biosecurity measures.

TL;DR. Influenza burung adalah penyakit virus sangat menular dan wajib dilaporkan pada burung, yang menyebabkan kerusakan parah pernapasan, pencernaan, dan saraf serta sering menyebabkan kematian mendadak.
Biosekuriti ketat, termasuk kandang beratap, adalah perlindungan terbaik dari penularan burung liar.
Apa itu?
Influenza burung (flu burung) adalah infeksi sangat menular oleh virus influenza A. Hampir semua burung dapat terpengaruh: unggas, burung air liar, dan burung peliharaan. Virus bermutasi cepat dan termasuk ancaman infeksi terbesar bagi populasi burung.
Otoritas membedakan dua bentuk:
- Influenza burung berpatogen rendah (LPAI): Biasanya ringan; tanda pernapasan halus, penurunan telur sementara, bulu kusut. Beberapa subtipe H5 dan H7 dapat bermutasi menjadi berpatogen tinggi.
- Influenza burung berpatogen tinggi (HPAI): Penyakit sistemik parah dengan kematian sering hampir 100% dalam 24–48 jam. Kerusakan vaskular, perdarahan internal, dan gagal organ.
Karena dapat bersifat zoonosis (jarang manusia) dan mengancam pasokan pangan, diatur ketat. Setiap dugaan harus segera dilaporkan kepada otoritas.
Penyebab dan faktor risiko
Penyebab: virus influenza A (subtipe H dan N). Burung air liar adalah reservoir alami dan sering mengeluarkan virus tanpa tanda.
Penularan:
- Kontak langsung dengan burung terinfeksi atau sekret.
- Fomit: sepatu, pakaian, peralatan, pakan, air, atau tangan.
- Aerosol jarak dekat.
Tidak ada predisposisi ras. Unggas sangat rentan terhadap HPAI. Burung peliharaan di luar dengan aviary terbuka berisiko tinggi jika burung liar buang kotoran di atasnya.
Tanda yang perlu diwaspadai
- Kematian mendadak (utama)
- Dispnea (umum): paruh terbuka, leher menjulur
- Sekresi hidung (umum)
- Sianosis jengger dan pial (umum pada unggas)
- Tanda neurologis (kadang): tremor, tortikolis, lumpuh
- Diare (kadang): encer, sering hijau atau kuning
- Letargi ekstrem, anoreksia, penurunan telur (umum)

Dispnea dan pernapasan paruh terbuka adalah tanda parah dan sering.
Bagaimana dokter hewan mendiagnosis
Burung sering tidak dibawa ke ruang tunggu biasa; pengambilan sampel di bawah karantina atau laboratorium resmi.
- RT-PCR [standar emas]: RNA virus dari swab trakea, kloaka, atau orofaring.
- Isolasi virus di laboratorium BSL-3.
- ELISA antibodi untuk surveilans.
Jika HPAI atau subtipe H5/H7, laboratorium harus memberitahu otoritas.

RT-PCR swab adalah standar emas diagnosis cepat.
Opsi pengobatan
Tidak ada antivirus yang disetujui pada burung. Jika dicurigai HPAI, pengobatan tidak diizinkan.
Depopulasi resmi
Jika HPAI dikonfirmasi, otoritas biasanya memerintahkan eutanasia manusiawi semua burung di lokasi.
Dukungan hanya untuk LPAI (jarang)
Di bawah karantina resmi, kadang cairan, nutrisi, dan antibiotik terhadap infeksi sekunder.
Prognosis
HPAI: parah; kematian hampir 100%. LPAI: hati-hati hingga sedang; pemulihan mungkin dengan karantina ketat.
Pencegahan
- Kecualikan burung liar; atap dan jaring halus.
- Lindungi pakan dan air dalam wadah tertutup.
- Kebersihan tangan dan sepatu khusus.
- Karantina burung baru ≥30 hari.
- Batasi pengunjung dengan kontak unggas.
Kapan menghubungi dokter hewan
Prioritas tertinggi. Hubungi segera jika kematian mendadak, sesak napas parah, tanda neurologis, atau warna biru/ungu kepala atau jengger. Jangan bawa burung ke klinik tanpa menelepon dulu.
Sumber
- USDA APHIS Avian Influenza Response Guidelines, hlm. 12-24.
- AAV Biosecurity and Infectious Disease Control Standards, hlm. 45-52.
- Protokol standar kedokteran hewan avian.
My highlights & notes
Tanda & gejala
Cara didiagnosis
- RT-PCRStandar emas
- ELISA
- Viral isolation
Pertanyaan umum
What is Avian Influenza?
Avian influenza is a highly contagious, often fatal viral infection affecting a bird's respiratory, digestive, and nervous systems. Learn the signs, diagnostic protocols, and critical biosecurity measures.
What are the symptoms of Avian Influenza?
Sudden death、Cyanosis of comb and wattles、Difficulty breathing (dyspnea)、Nasal discharge、Diarrhoea、Neurological signs
How is Avian Influenza diagnosed?
RT-PCR、ELISA、Viral isolation
Artikel ini edukasi umum, bukan pengganti saran dokter hewan. Jika hewan sakit, konsultasikan dokter hewan.
Khawatir soal hewan peliharaan?
AI Peqaboo membantu melacak gejala, memahami hasil lab, dan tahu kapan ke dokter hewan.
Unduh app Peqaboo