Lewati ke konten
Peqaboo
Buka Peqaboo
Jelajahi Peqaboo

Buka Peqaboo
Pilih bahasa Anda

Bahasa IndonesiaIndonesia

Dental Disease in Rabbits

Juga dikenal sebagai: Acquired dental disease

Ditinjau dokter hewanRabbitUrgensi: LowSeberapa umum: Common

Singkatnya

Acquired dental disease is a common and painful condition in rabbits caused by abnormal tooth wear and growth. Learn how diet, genetics, and selective feeding contribute to this disease, how to recognize the signs of dental pain, and what your veterinarian can do to manage your rabbit's oral health.

A domestic rabbit chewing on long-strand green grass hay.
A diet rich in long-stemmed grass hay is vital to provide the abrasive grinding action needed to wear down a rabbit's continuously growing teeth.

TL;DR. Umum dan menyakitkan: gigi tumbuh terus tidak aus dengan baik, sering karena kurang serat atau makan selektif.

Hay rumput batang panjang memberi abrasi yang dibutuhkan.

Apa itu?

Kelinci punya gigi elodont (~2 mm/minggu). Serat kasar dan kunyah lateral menyeimbangkan pertumbuhan. Tanpa aus: mahkota memanjang, taji tajam, ulkus; akar dapat mendorong tulang rahang dengan abses. Menyembunyikan rasa sakit.

Penyebab dan faktor risiko

Terutama nutrisi: kurang hay batang panjang. Campuran muesli → seleksi bagian berpati, rendah kalsium. Predisposisi Rex Rabbit dan tengkorak pendek.

Tanda yang perlu diwaspadai

  • Pertumbuhan berlebih / maloklusi (utama)
  • Nyeri: gerinda gigi lambat, postur membungkuk
  • Hipersalivasi, bulu basah di dagu dan leher
  • Makan selektif, menjatuhkan makanan
  • Mata berair
  • Stasis GI sekunder

A domestic rabbit with wet, matted fur around its chin and neck.
Air liur dengan bulu kusut di dagu adalah tanda nyeri gigi yang umum.

Bagaimana dokter hewan mendiagnosis

Pemeriksaan fisik dan oral sadar sering tidak cukup. Pemeriksaan di bawah sedasi/anestesi plus rontgen tengkorak atau CT untuk akar dan abses dini.

A veterinary digital X-ray showing a detailed profile of a rabbit's skull and tooth roots.
Rontgen tengkorak menilai akar di bawah gusi.

Pilihan pengobatan

Reduksi koronal (bur): di bawah anestesi umum. Jangan gunakan gunting kuku/tulang.

Medis: NSAID; prokinetik dan feeding syringe jika stasis; antibiotik jika abses.

Diet: transisi ke ~80-90 % hay, pelet terbatas, sayuran daun; hindari muesli.

Prognosis

Baik jika terdeteksi dini dengan koreksi diet. Kasus lanjut: prosedur berulang, prognosis hati-hati.

Pencegahan

Hay tak terbatas, hindari makan selektif, pemeriksaan oral setidaknya dua kali setahun.

Kapan menghubungi dokter hewan

Hipersalivasi, nafsu makan turun, berat badan turun, mata berair, abses wajah, atau tidak ada feses: segera periksa.

Ras khusus

Rex Rabbit dan kelinci tengkorak pendek: risiko lebih tinggi.

Sumber

  • FEDIAF Nutritional Guidelines for Companion and Exotics Pets (2024), pages 9, 33.

My highlights & notes

Tanda & gejala

Ras berisiko lebih tinggi

Pertanyaan umum

What is Dental Disease in Rabbits?

Acquired dental disease is a common and painful condition in rabbits caused by abnormal tooth wear and growth. Learn how diet, genetics, and selective feeding contribute to this disease, how to recognize the signs of dental pain, and what your veterinarian can do to manage your rabbit's oral health.

What are the symptoms of Dental Disease in Rabbits?

Inability to grind teeth down normally、Pain、Reduced dental wear、Gastrointestinal stasis syndrome、Poor tooth quality

Sumber

  1. fediaf-rabbit-2024 · p. 9
  2. fediaf-rabbit-2024 · p. 9
  3. fediaf-rabbit-2024 · p. 33
  4. fediaf-rabbit-2024 · p. 33

Artikel ini edukasi umum, bukan pengganti saran dokter hewan. Jika hewan sakit, konsultasikan dokter hewan.

Khawatir soal hewan peliharaan?

AI Peqaboo membantu melacak gejala, memahami hasil lab, dan tahu kapan ke dokter hewan.

Unduh app Peqaboo