Lewati ke konten
Peqaboo
Buka Peqaboo
Jelajahi Peqaboo

Buka Peqaboo
Pilih bahasa Anda

Bahasa IndonesiaIndonesia

Parvovirus Enteritis

Canine parvovirus-2 enteritis

Juga dikenal sebagai: Canine Parvoviral Enteritis, Parvovirus, CPV, CPV-2 enteritis

Ditinjau dokter hewanCatDogUrgensi: EmergencySeberapa umum: Common

Singkatnya

Canine parvovirus-2 is a highly contagious, life-threatening viral infection that attacks a dog's gastrointestinal tract and bone marrow, but prompt veterinary care offers an excellent chance of recovery.

Microscopic illustration of parvovirus particles targeting rapidly dividing cells.
Canine parvovirus-2 targets rapidly dividing cells, particularly in the bone marrow and gastrointestinal tract.

TL;DR. Infeksi virus sangat menular dan berpotensi fatal yang menyerang usus dan sumsum tulang; dengan perawatan intensif dini prognosis sering baik.

CPV-2 menyerang sel yang membelah cepat di sumsum dan usus.

Apa itu?

Parvovirus kaninus-2 menginfeksi sel yang membelah cepat di usus dan sumsum. Diare berdarah, muntah, dehidrasi, dan leukopenia. Terutama anak anjing tanpa vaksinasi lengkap.

Penyebab dan faktor risiko

Jalur fekal-oral; virus sangat resisten. Risiko: anak anjing, vaksinasi tidak lengkap, kepadatan tinggi. Beberapa ras lebih rentan.

Tanda

  • Muntah (utama)
  • Diare encer/berdarah
  • Demam, lesu, anoreksia
  • Dehidrasi berat
  • Kolaps (darurat)

A lethargic puppy resting on a veterinary exam table.
Lesu berat adalah tanda awal umum.

Diagnosis

Tes antigen feses, hemogram (leukopenia), biokimia, hidrasi. Negatif palsu awal mungkin.

"This leads to the preferential infection of rapidly dividing cells, hence the effects of the virus on the bone marrow and the gastrointestinal tract."

Pengobatan

Cairan IV, antiemetik, antibiotik jika risiko sepsis, nutrisi, isolasi, perawatan intensif.

Prognosis

Rawat inap dini: survival sering 80-95%. Tanpa pengobatan mortalitas sangat tinggi.

Pencegahan

Vaksinasi lengkap anak anjing dan booster; hindari paparan sampai rangkaian selesai; disinfeksi dengan pemutih encer.

Kapan menghubungi dokter hewan

Muntah/diare pada anak anjing atau tidak divaksin. Darurat jika lesu berat, darah, atau kolaps.

Untuk ras tertentu

Rottweiler, doberman, labrador, German shepherd, tipe pit bull antara lain.

Sumber

  • Veterinary Internal Medicine, 5th Edition, p. 491.
  • Small Animal Critical Care Medicine, 2nd Edition, p. 565.

My highlights & notes

Tanda & gejala

Ras berisiko lebih tinggi

Cara didiagnosis

  • Histologic evaluation (crypt necrosis)Standar emas
  • Abdominal Ultrasonography
  • ELISA for CPV-2 in feces
  • PCR of feces

Pendekatan pengobatan

Pengobatan harus diresepkan dokter hewan berlisensi. Dosis spesifik sengaja tidak ditampilkan.

Pertanyaan umum

What is Parvovirus Enteritis?

Canine parvovirus-2 is a highly contagious, life-threatening viral infection that attacks a dog's gastrointestinal tract and bone marrow, but prompt veterinary care offers an excellent chance of recovery.

What are the symptoms of Parvovirus Enteritis?

Vomiting (throwing up)、Loss of appetite、Dehydration、Low mood and dullness、Diarrhoea、Fever、Belly pain、Fresh blood in stool

How is Parvovirus Enteritis diagnosed?

Histologic evaluation (crypt necrosis)、Abdominal Ultrasonography、ELISA for CPV-2 in feces、PCR of feces

How is Parvovirus Enteritis treated?

Pengobatan harus diresepkan dokter hewan berlisensi. Dosis spesifik sengaja tidak ditampilkan.

Sumber

  1. Internal Medicine 5th · p. 491
  2. Internal Medicine 5th · p. 491
  3. Small Animal Critical Care Medicine, 2nd Edition (VetBooks.ir) · p. 565
  4. Small Animal Critical Care Medicine, 2nd Edition (VetBooks.ir) · p. 565

Artikel ini edukasi umum, bukan pengganti saran dokter hewan. Jika hewan sakit, konsultasikan dokter hewan.

Khawatir soal hewan peliharaan?

AI Peqaboo membantu melacak gejala, memahami hasil lab, dan tahu kapan ke dokter hewan.

Unduh app Peqaboo