Avian Polyomavirus
Aves polyomavirus 1
Juga dikenal sebagai: APV, Budgerigar Fledgling Disease, BFD, Polyomavirus infection
Singkatnya
Avian polyomavirus is a highly contagious viral infection that poses a severe threat to young companion birds, especially budgerigars and lovebirds. It causes acute mortality in fledglings and chronic feather abnormalities in survivors. Learn the signs, diagnostic methods, and critical prevention strategies to protect your flock.

TL;DR. Polyomavirus burung adalah infeksi virus yang sangat menular, sering fatal pada burung peliharaan muda: kematian mendadak anak burung dan kelainan bulu kronis pada yang bertahan.
Budgie muda dengan tanda awal nonspesifik: letargi dan bulu kusut.
Apa itu?
Polyomavirus burung (APV) oleh Aves polyomavirus 1 sangat menular dan sering merusak burung peliharaan, terutama psittacine. Secara historis penyakit anak budgerigar (BFD) dengan kematian mendadak di nursery. Keparahan tergantung usia dan spesies.
Pada anak burung virus menyerang sel yang membelah cepat (hati, ginjal, limpa, jantung, pembuluh): gagal organ, perdarahan, kolaps. Dewasa sehat sering infeksi subklinis tetapi mengeluarkan virus minggu hingga bulan dalam feses dan debu bulu.
Penyebab dan faktor risiko
Pengeluaran dalam feses, urin, sekret tembolok, dan debu bulu. Penularan melalui inhalasi/ingesti, vertikal lewat telur, dan fomit. Budgerigar dan lovebird sangat rentan.
Tanda
- Kematian akut (kardinal) sering tanpa tanda awal pada anak burung.
- Perut buncit (umum) : hepatomegali atau asites.
- Perdarahan subkutan (umum).
- Distrofi bulu (umum) : «French molt» pada budgerigar yang bertahan.
- Letargi dan anoreksia (umum).
- Stasis tembolok (umum) pada anak yang digavaj tangan.

Distrofi bulu berat dan kehilangan bulu terbang pada infeksi kronis.
Diagnosis
- PCR [STANDAR EMAS] : darah plus swab kloaka/koana.
- Histopatologi [STANDAR EMAS] : inklusi intranukleus post mortem.
- Serologi : paparan atau vaksin, bukan pengeluaran aktif.

PCR swab kloaka adalah standar emas untuk pengeluaran aktif.
Pengobatan
Tidak ada antivirus kuratif. Dukungan: cairan, hangat/tenang, nutrisi, antibiotik/antijamur untuk infeksi sekunder, isolasi ketat.
Prognosis
Anak burung: buruk (mortalitas sering 30–100 % di bawah 10–15 minggu). Dewasa: hati-hati hingga baik (clearance 3–6 bulan). Budgerigar dengan French molt: hati-hati untuk bulu normal.
Pencegahan
Karantina 30–90 hari dengan PCR; disinfektan efektif terhadap virus telanjang; pembiakan tertutup saat wabah; vaksin jika tersedia.
Kapan menghubungi dokter hewan
Segera jika kematian mendadak anak burung, stasis tembolok, perdarahan kulit, letargi berat, atau kehilangan bulu cepat pada budgerigar muda.
Untuk spesies tertentu
Budgerigar: bentuk akut fatal; kronis French molt. Lovebird: sering pembawa tanpa gejala di voliere campuran.
Sumber
- Protokol standar kedokteran burung peliharaan.
My highlights & notes
Tanda & gejala
Ras berisiko lebih tinggi
Cara didiagnosis
- HistopathologyStandar emas
- Polymerase Chain Reaction (PCR) on blood or cloacal swabStandar emas
- Serology (Antibody ELISA or Virus Neutralization)
Pertanyaan umum
What is Avian Polyomavirus?
Avian polyomavirus is a highly contagious viral infection that poses a severe threat to young companion birds, especially budgerigars and lovebirds. It causes acute mortality in fledglings and chronic feather abnormalities in survivors. Learn the signs, diagnostic methods, and critical prevention strategies to protect your flock.
What are the symptoms of Avian Polyomavirus?
Acute death、Swollen belly、Crop stasis、Feather dystrophy、Lethargy and anorexia、Subcutaneous hemorrhage
How is Avian Polyomavirus diagnosed?
Histopathology、Polymerase Chain Reaction (PCR) on blood or cloacal swab、Serology (Antibody ELISA or Virus Neutralization)
Artikel ini edukasi umum, bukan pengganti saran dokter hewan. Jika hewan sakit, konsultasikan dokter hewan.
Khawatir soal hewan peliharaan?
AI Peqaboo membantu melacak gejala, memahami hasil lab, dan tahu kapan ke dokter hewan.
Unduh app Peqaboo